Kompleks Makam Suci Alawi mengumumkan selesainya persiapan untuk dimulainya “Pekan Sadiqin Internasional” kelima, sebuah pekan yang akan diadakan bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw dan Imam Ja’far as-Sadiq As.
Pekan ini akan mencakup berbagai program yang bertujuan untuk memperingati peristiwa ini dan memperkuat posisinya dalam kesadaran budaya publik bagi berbagai segmen masyarakat.
Kepala Pusat “Nazm” Unit Perencanaan dan Pengembangan Strategis, Wissam Iskandar, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan pusat berita: “Pekan Sadiqin kelima akan diadakan dengan program kegiatan yang kaya yang menggabungkan aspek keagamaan, budaya dan interaktif serta memberikan kesempatan bagi partisipasi berbagai kelompok. Program juga akan diadakan di luar Irak.”
Ia menambahkan: “Program-program minggu ini meliputi upacara pergantian bendera utama, pertemuan Al-Quran, serangkaian ceramah berjudul “Faidh Sadiqin,” sebuah kompetisi virtual, serta program-program untuk merayakan dan kegiatan sosial seperti merayakan kelahiran bayi dan anak-anak dari para pelayan Makam Suci Alawi.”
Ia melanjutkan: “Sektor budaya, sastra dan seni juga memiliki kehadiran yang signifikan dalam program-program minggu ini, yang akan diadakan melalui pameran “Cahaya Kenabian,” sebuah perayaan populer di Makam Suci Alawi, Festival Puisi Arab Internasional “Nabi Agung,” dan Festival Puisi Kenabian khusus untuk remaja. Program-program ini akan berperan dalam memperkenalkan dan menyoroti karya sastra dan seni yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad Saw dan nilai-nilai Islam.”
Iskandar mencatat: “Program ini juga mencakup kegiatan intelektual dan sosial, yang dapat disebutkan sebagai pertemuan berorientasi dialog “Perempuan dan Sekolah Imam Sadiq As”, platform budaya anak-anak “Muhsin”, dan pertemuan para pejabat delegasi seremonial. Program untuk menerima dan memberi makan para peziarah juga telah direncanakan.”
Kepala pusat “Nazm” juga menekankan dimensi internasional Pekan Sadiqin: “Pertemuan “An-Nurain” akan diadakan di Republik Azerbaijan dan Pakistan. Ini menunjukkan perluasan acara ini ke berbagai negara dan kepedulian Makam Suci Alawi untuk memperkuat hubungan keagamaan dan budaya dengan lembaga dan komunitas Islam serta mendukung kegiatan Islam di luar Irak.”
Program-program ini, dalam kerangka upaya bersama antara departemen dan unit terkait di Makam Suci Alawi dan penyelesaian dimensi organisasi, teknis, media, dan pelayanan, telah berupaya untuk menyelenggarakan upacara ini dengan cara yang layak bagi kesucian kesempatan ini dan untuk lebih memperkuat posisi Makam Suci Alawi sebagai pendukung dan penyelenggara kegiatan keagamaan, budaya, dan intelektual, serta sebagai lembaga aktif di arena budaya domestik dan internasional.