Most searched:

drama arbain

Makam Suci Alawi Menggelar Pementasan Drama “Hari-Hari Berkabung” Khusus Arbain Sebagai Bagian Dari Program Budaya

Dalam rangka program budaya khusus untuk hari Arbain, Kompleks Makam Suci Alawi menggelar pementasan drama “Hari-hari Berkabung” di jalur jalan kaki Arbain; sebuah karya seni yang menggambarkan momen-momen penting dalam sejarah Islam dan menghubungkan gerakan Imam Husain As dengan isu-isu kontemporer.

 

Pertunjukan drama

Husain Ad-Dabbagh, Wakil Kepala Departemen Kebudayaan Islam, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Pusat Berita Kompleks Makam Suci Alawi: “Drama ini akan diadakan di bawah pengawasan Departemen Urusan Intelektual dan Kebudayaan di Pos Peristirahatan “Al-Murtadha” yang berafiliasi dengan Kompleks Makam Suci Alawi, dekat tiang 96 dan pementasannya akan berlangsung selama empat hari.

Drama dimulai setiap pukul 11:00 malam  dan akan dihadiri oleh sekelompok seniman dan aktor dari berbagai provinsi di Irak.”

 

Merekonstruksi momen-momen bersejarah

Ia menjelaskan bahwa drama ini terdiri dari empat adegan utama. Adegan pertama menggambarkan penderitaan dan kesulitan rakyat Irak selama rezim sebelumnya dan larangan pelaksanaan acara-acara Husaini pada periode tersebut. Adegan kedua membahas peristiwa Asyura dan menceritakan nilai-nilai pengorbanan, pengabdian dan tanpa pamrih yang tersembunyi dalam kisah epik ini.

Ia menambahkan: “Adegan ketiga membahas kehidupan sahabat besar, Jabir bin Abdullah al-Ansari, yang merupakan peziarah pertama ke makam suci Imam Husain As dan menempuh jalan ini. Adegan keempat juga menunjukkan fatwa Marja’ dalam menghadapi ancaman terorisme dan hubungannya dengan cita-cita dan prinsip-prinsip yang diwujudkan oleh Imam Husain As.”

 

Pesan-pesan intelektual dan budaya

Ia juga mencatat bahwa drama ini, dengan merekonstruksi sejumlah adegan berpengaruh dari peristiwa Asyura, menghubungkannya dengan realitas masa kini dalam bentuk narasi dramatis dan menggambarkan kesinambungan dan keabadian gerakan Husaini dalam hati nurani umat Muslim. Selain itu, pementasan puisi-puisi Husaini di beberapa bagian karya ini telah memperkuat suasana spiritual program dan menambah dampak emosionalnya.

Drama “Hari-hari Berkabung” dipentaskan sejalan dengan pendekatan Makam Suci Alawi untuk memanfaatkan seni pementasan dalam mempromosikan budaya Husaini dan memperdalam kesadaran akan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebangkitan Imam Husain As; karya-karya yang, dengan menggabungkan pesan-pesan intelektual dan metode artistik kreatif, menyapa para peziarah jalur Arbain dengan bahasa yang efektif yang memadukan sejarah dan realitas.

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *