Most searched:

Sayyid Radhi Nahjul Balaghah

Sayyid Radhi, Sang Maestro Penulis Mahakarya Abadi Nahjul Balaghah

Sayyid Radhi atau Syarif Radhi adalah seorang ulama dan ahli sastra Syiah terkemuka di abad ke-4 Hijriah. Beliau lahir di Baghdad pada tahun 359 Hijriah dan dikenal sebagai salah satu tokoh ilmiah dan sastrawan terkemuka pada masanya karena pengetahuannya yang sangat luas di bidang fiqih, sastra arab dan tafsir Al-Quran. Sayyid Radhi, bersama dengan saudaranya Sayyid Murtadha, adalah tokoh Syiah terkemuka di Baghdad dan keduanya memiliki peran penting di bidang ilmiah dan sosial. Sayyid Radhi menjadi terkenal karena menyusun mahakarya berharga “Nahjul Balaghah”. Beliau menyelesaikan karya ini pada tahun 400 Hijriah dengan tiga bab “Khutbah, Surat dan Hikmah” dan menganggapnya sebagai sumber kebanggaan. Kriteria beliau dalam memilih riwayat adalah retorika sastra. (an-Nujum az-Zahirah, Jilid 4, Hal.240)

 

* * * * * * * * * *

 

Sayyid Radhi memegang berbagai jabatan seperti Niqabat Thalibiyan, Imarat Haj dan pemimpin Diwan Mazalim, yang setiap jabatan tersebut menyita seluruh waktunya. Meskipun demikian, ia tidak meninggalkan kegiatan menulis syair, risalah dan karya sastra lainnya. Selain itu, ia juga berencana mendirikan sebuah sekolah agama tinggi dan mendidik para siswanya. Meskipun ia tidak memiliki banyak harta, ketika melihat sekelompok penuntut ilmu dan murid-muridnya selalu mendatanginya, ia menyiapkan sebuah rumah dan mengubahnya menjadi seperti sekolah untuk murid-muridnya, ia menamakannya (Dar al-Ilm) dan menyediakan semua kebutuhan para murid.

Sayyid Radhi menyediakan perpustakaan dan gudang dengan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk Dar al-Ilm. Sayyid Radhi mengumpulkan kebutuhan para siswa di gudang Dar al-Ilm, dan memberi mereka kunci sebanyak jumlah siswa sehingga setiap kali mereka menginginkan sesuatu, mereka dapat langsung membuka pintu tersebut dan mengambil apa pun yang mereka inginkan dan tidak perlu lagi menunggu penjaga.

Untuk memberikan karakter dan kemandirian kepada para siswa Dar al-Ilm, beliau juga menyerahkan pengumpulan kebutuhan pokok kepada mereka. Dar al-Ilm Sayyid Radhi juga memiliki perpustakaan dan telah mengumpulkan buku-buku yang dibutuhkan oleh para siswa di dalamnya, sehingga para siswa Dar al-Ilm tidak perlu kekurangan sumber pelajaran. Perlu dicatat bahwa Dar al-Ilm Sayyid Radhi didirikan beberapa dekade sebelum berdirinya Madrasah Nizhamiyah dengan anggaran pemerintah yang sangat besar oleh Khojah Nizam al-Mulk Tusi.

Sebagian besar sejarawan dan ahli menganggap Nizam al-Mulk sebagai orang pertama dalam Islam yang mendirikan sekolah untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama, namun kita melihat bahwa Nizam al-Mulk (485 H) memulai pekerjaan ini hampir seratus tahun usai wafatnya Sayyid al-Radi.

Tampaknya Dar al-Ilm Sayyid Radhi kemudian dilanjutkan dalam perkembangan ilmiahnya oleh saudaranya, Sayyid Murtadha dan Dar al-Ilm milik Sayyid Murtadha yang disebut dalam sejumlah buku tampaknya merupakan kelanjutan dari usaha Sayyid Radhi atau sesuatu yang serupa dengannya yang Sayyid Murtadha kerjakan. Ulama besar seperti Syaikh al-Taifah Hassan bin  Muhammad at-Tusi merupakan didikan dari sekolah ini dan mencapai tingkat keilmuannya disini.

(Umdah at-Thalib fi Ansab Ali Abi Thalib, Hal.179)

 

* * * * * * * * * *

 

Sayyid Radhi meninggal dunia pada tahun 406 Hijriah dan masyarakat Baghdad beramai-ramai ikut serta dalam pengiringan jenazah beliau. Peristiwa pengiringan jenazah ini kemudian menjadi salah satu peristiwa paling besar dan penting di era tersebut.  (al-Kamil fi at-Tarikh, Jilid 9, Hal. 261)

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *